Jumpa Pers Danrem121/ABW, Jelaskan Kegiatan TNI Dari TMMD Hingga Karhutla

metrokapuas.com, Sintang,Kalbar – Sebagai upaya Korem 121/Abw Sosialisasi semua kegiatan TNI AD, Danrem121/Abw melaksanakan jumpa Pers yang bertempat di Makorem 121/Abw jalan Pangeran Kuning no 1 Sintang, pada Rabu,17/3/2021.
Komandan Korem 121/Abw, Brigjen TNI Ronny SAP, mengatakan saat konferensi Pers di depan ruang Lobby Kehormatan Makorem bahwa peran media sangat penting sebagai corong publikasi semua kegiatan TNI khususnya Korem 121/Abw.
Bicara soal peran media Danrem121/Abw mengungkapkan beberapa hal yang telah dilakukan dalam kaitannya sinergitas TNI bersama media yaitu diadakannya Lomba Karya Jurnalistik (LKJ).
“Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) ini khususnya dalam Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), tetapi yang yang masuk penilaian syaratnya adalah media yang sudah terverifikasi Dewan Pers (DP),” Ujarnya.
Membahas tentang kegiatan TMMD ke 110 yang dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 2 Maret sampai dengan 31 Maret 2021 secara serentak di seluruh Indonesia, untuk wilayah Korem 121/Abw ada dua wilayah yaitu kabupaten Landak dan kabupaten Kapuas Hulu.
TMMD Reguler wilayah Kodim 1206/Putussibau dilaksanakan di Desa Hulu Pengkadan Kecamatan Pengkadan membangun badan jalan dan jembatan dari Dusun Tintin Kemantan Desa Hulu Kemantan hingga tembus ke Desa Beringin Kecamatan Hulu Gurung.
“Disana kita membangun jalan didaerah terisolir dalam satu bulan ini dari tanggal 2, Maret sampai tanggal 31, Maret, 2021 ini harus selesai,” jelas Damrem 121/Abw.
Masyarakat di Kapuas hulu yaitu Dusun Tintin Kemantan Desa Hulu Kemantan dan Desa Beringin Kemantan Hulu Gurung sangat menginginkan jalan tersebut.
Baca juga : Peringati Isra” Mi”Raj Dibalai Prajurit Begini Pesan Danrem121/Abw
Sewaktu Bupati yang saat ini terpilih berjanji kepada masyarakat akan membangun jalan disana dan dengan adanya TMMD jalan tersebut dibangun masyarakat sangat menyambut baik juga Bupati Kapuas Hulu.
“Pada saat kampanye Bupati berjanji akan merealisasikan pembangunan jalan tersebut dan akhirnya apa yang diinginkan masyarakat terpenuhi,” jelasnya.
Setelah pengerjaan jalan dan jembatan yang menghubungkan kedua daerah yang terisolir melalui program TMMD sudah rampung nanti akan diserahkan kepada Pemda Kapuas Hulu dan masyarakat dapat memanfaatkan jalan tersebut.
Danrem 121/Abw dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan upaya sinergitas TNI bersama seluruh stakeholder dalam upaya pencanangan ketahanan pangan Nasional dimasa Pandemi Covid-19.
“Satuan Teritorial ini juga mendapat tugas dalam upaya membantu program Pemerintah dalam ketahanan pangan Nasional setiap Kodim telah membuat Demontrasi Plot (Demplot) sebagai lahan percontohan,” tegasnya.
Demonstrasi Plot (Demplot) setiap Kodim dengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak terpakai dengan menggarap lahan tanpa bakar.
Kemudian ada juga program Kementerian Pertahanan (Kemhan) ditunjuk menjadi program sektor terkemuka lumbung pangan Indonesia.
Menindaklanjuti hal itu, Kemhan melakukan pendataan lahan yang akan dilakukan untuk mendukung program Badan Cadangan Logistik Strategis (BCLS).
“Nah saat ini telah terpilih yaitu Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang, karena daerahnya subur air juga terpenuhidisana untuk Provinsi Kalbar produksi jagung bagus,” urai Danrem121/Abw.
Kemudian Danrem121/Abw mengatakan, program Food Estate yang dilaksanakan pemerintah pusat di Kalimantan Tengah melalui kementerian pertanian, dengan mengembangkan teknologi pertanian.
“Dan hal tersebut sudah berjalan juga di Provinsi Kalimantan Tengah,” Terang nya.
Jadi bisa dikatakan TNI AD sangat komitmen sekali bersinergi dengan Pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pengolahan lahan pertanian dalam upaya mendorong Ketahanan pangan Nasional.
Membahas mengenai isu terbaru khusus mengenai pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) dimulai sejak Tahun 2016 sampai saat ini Karhutla angkanya menurun.
“Sesuai dengan Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemarin dari paparan Menkopolhukam bahwa Karhutla Tahun 2020 menurun 85 persen dari tahun sebelumnya 2019,” ungkapnya.
Karena dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla TNI dan seluruh kompetisi serta instansi terkait kerja cepat.Begitu terdapat hotspot melalui satelit.
“Langsung dilakukan tindakan oleh petugas yang ada dilapangan untuk segera memadamkan hotspot,” kata Danrem121/Abw.
Pada Tahun 2021 Karhutla diwilayah Kalbar terdapat 200 lebih titik hotspot ini bisa dilihat dua Minggu yang lalu.
“Setelah dilakukan aksi pemadam sekarang ini titik hotspot menjadi nol, zerro hotspot, memang tidak bisa hilang dan timbul tenggelam untuk dikalbar ini,” terangnya.
Cara yang dilakukan dalam upaya penanggulangan Kebakaran yaitu menggunakan sistim tapak yaitu titik klub dibangun pos, dimana daerah yang riwayatnya, rawan kebakaran hutan dibentuk Pos pemadaman api.
“Nah ketika terjadi Karhutla bergerak bersama yaitu Manggala Agni, Satpol PP, Polri’ dan TNI, masyarakat juga bersama memadamkan Api,” imbuhnya.
Selain itu pencegahan Karhutla, itu juga bisa dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama mencegah terjadinya karhutla.
“Mengkopolhukam saat memaparkan kepada Presiden RI memberi apresiasi kepada Gubernur Kalbar dalam keberhasilan melakukan koordinasi pencegahan Karhutla,”kata Danrem121/Abw.
Dan saat ini Gubernur Kalbar telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.
“Ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk menekan kasus karhutla serta menjadi payung hukum peladang tradisional membuka lahan,” jelasnya kembali.
Masyarakat boleh membuka lahan dengan membakar dengan syarat dan ketentuan yaitu maksimal 2 hektar, memberitahu orang sekeliling, membuat tanggul pembatas agar api tidak menjalar.
*Masyarakat tidak boleh takut ditindak oleh TNI, Polri asalkan dilakukan dengan prosedur yang benar, tetapi masyarakat malah takut sehingga membakar malah ditinggal pergi, jadi petugas hanya memadam saja yang membakar tidak ketahuan,” pesan Danrem121/Abw.
Jika sudah dilakukan sesuai peraturan Gubernur maka tidak bisa ditindak oleh Aparat Penegak hukum, jadi ini dibutuhkan kesadaran dan kedewasaan kita bersama untuk mengikuti peraturan yang berlaku.
Daerah Kabupaten Kubu Raya yaitu sekitar Bandara Supadio Pontianak kita ketahui banyak lahan gambut dua Minggu yang lalu juga terjadi kebakaran agak sulit karena lahan gambut petugas gabungan sedikit mengalami kesulitan pemadaman.
“ingga terjadi gangguan penerbangan tetapi sekarang sudah normal kembali,” katanya.
Beberapa wilayah dikalbar yang terjadi hotspot yang paling tinggi yang pertama Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Ketapang, daerah tersebut rawan terjadi Karhutla.
Sebagai bentuk perlakuan yang adil atas nama Satgas penanggulangan Karhutla dibawah Pemprov dan Pemkab, sudah memberikan himbauan kepada Perusahaan yang ada diwilayah Kalbar agar dilahan Perusahaan tidak terjadi kebakaran.
Perlu diketahui, dituangkan Pergub ini ke Peraturan Daerah (Perda), di mana Perda ini harus mengatur penindakan terhadap para pelaku Karhutla. Kemudian bila terjadi kebakaran di areal konsesi perkebunan maka biaya penanganannya akan dibebankan kepada perusahaan bersangkutan.
“Selain itu, seluruh perusahaan perkebunan diwajibkan memiliki peralatan dan tenaga pemadaman kebakaran di lahannya masing-masing.” Papar Danrem121/Abw.
Danrem121/Abw Brigjen TNI Ronny SAP, juga menjelaskan, bahwa Gubernur bisa melakukan Perijinan operasi perusahaan Perusahaan yang melanggar akan dicabut hingga boleh beroperasi lagi setelah pemadam api bisa ditangani.
Author : Fyan
Publisher. : Tim Red
